Cara Mengajar Anak Membaca

 

Semenjak pandemi Covid-19, banyak bermunculan fenomena di mana murid yang sudah kelas 1 SD pun masih kesulitan membaca. Penyebabnya adalah pembelajaran online yang kurang efektif, terutama untuk pelajaran mendasar seperti baca tulis.

Meskipun begitu, bunda gak perlu khawatir ya. Kita bakal menjelaskan 5 langkah mengajar anak membaca secara mendetail.

Persyaratan: Sebelum si kecil bisa belajar membaca, pastikan dulu kalau mereka sudah bisa bicara yah bunda. Kalau anak sudah mulai bawel, itu tandanya mereka sudah siap belajar membaca.

GOAL: Pada akhir tulisan ini, bunda gak akan lagi kebingungan mengajari anak membaca. Semua materi, contoh latihan soal, dan semua tips bakal kita kasih dan kita kupas tuntas tas tas sampai ke akar.

Disimak sampai habis yah bun. ?

Langkah 1 — Siapkan pola pikir mengajar yang baik

Pertama, bunda harus paham kalau proses belajar si kecil itu gak instan.

Bunda harus ekstra sabar dalam melatih si kecil secara bertahap dan konsisten. Supaya si kecil cepat mengerti, kuncinya ada di repetisi.

Contoh nyata dari pembelajaran repetitif adalah kisah pianis cilik Joey Alexander. Siapa sih yang gak tau pianis jazz cilik satu ini? Pada umurnya yang baru menyentuh 10 tahun, Joey sudah tampil di acara Jazz internasional yang diadakan di Amerika Serikat.

Joey Alexander perform di umur 11 tahun (Sumber: Youtube Channel CNN)

Pasti banyak deh yang bilang, “ah, Joey mah emang punya bakat aja”. Hati-hati, pemikiran seperti ini yang gak boleh kita simpan dalam pikiran kita yah bun.

Faktanya, Joey ini sangat passionate bermain piano. Ia bahkan sanggup latihan piano 3 jam sehari semenjak umur 6 tahun loh. Dan hal itu dilakukannya secara konsisten. Sekali lagi, kunci dari pembelajaran yang baik adalah repetisi.

Nah kalau bunda sudah mengerti konsep ini, dijamin bunda mampu ngajarin hal apapun ke si kecil.

Kesimpulannya, belajar yang baik adalah proses pengenalan ataupun pendalaman materi secara konsisten dan repetitif.

Setelah paham dengan pola pikir ini, kita lanjut ke langkah 2 yah bun.

Langkah 2 — Jadikan pengalaman belajarnya menyenangkan

Seringkali anak jadi jenuh jika belajar terlalu lama. Ini sangat wajar loh bun. Jadi bunda jangan marah kalau si kecil gampang merengek saat belajar.

Solusinya, kita perlu membuat proses belajarnya menyenangkan. Untuk itu kita wajib mengaitkan progres belajarnya dengan reward.

Reward atau hadiah yang dimaksud bukan melulu harus permen. Yang ada nanti si kecil malah jadi gendut bun ?. Sebagai hadiah, kita bisa berikan pujian, tepuk tangan, menepuk punggungnya, dan hal lain yang bisa membuat si kecil senang.

Metode memberikan hadiah setiap keberhasilan ini sering disebut sebagai metode penguatan positif (positive reinforcement).

Metode penguatan positif ini dilakukan dengan memberikan hadiah kepada si kecil saat ia mampu melakukan apa yang kita inginkan. Sehingga, si kecil bisa mengasosiasikan progress nya dengan hadiah dan terpacu untuk melakukannya lagi.

Kalau bunda mau baca lebih lengkap mengenai penguatan positif, bisa baca di sini yah bun.

Langkah 3 — Jadwalkan waktu belajar si kecil

Agar dapat memastikan si kecil bisa belajar secara efektif, pembelajaran harus dilakukan secara rutin dan konsisten.

Oleh karena itu, bunda harus mempersiapkan jadwal belajar si kecil secara rinci.

Saran kami, idealnya belajar baca dilakukan setiap Senin sampai Jumat. Kemudian Sabtu dan Minggu nya bunda bisa beristirahat saja.

Durasi mengajar yang baik yaitu antara 30 menit sampai 90 menit, tergantung kemampuan si kecil untuk tetap fokus. Jika memungkinkan, dalam satu hari bisa dibuat 2 sampai 5 sesi belajar.

Untuk memudahkan bunda, kami bantu persiapkan template jadwal belajarnya. Template jadwal belajar bisa diunduh di sini yah bun.

Template jadwal belajar

Reminder: Jadwal belajar yang sudah dibuat harus diikuti terus yah bun, jangan sampai terbiasa skip-skip jadwal belajar. Pada akhirnya, semua ini kita lakukan supaya si kecil bisa tumbuh menjadi anak yang pintar kaan. ❤️

Langkah 4 — Berikan materi secara bertahap

Nah, akhirnya kita masuk ke pembahasan materi belajarnya.

Agar si kecil cepat menangkap materi yang kita berikan, kita harus mengajari hal-hal yang dasar dulu.

Urutan materi dalam belajar membaca:

  • Mengenal huruf vokal (a,i,u,e,o)
  • Mengenal alfabet (a sampai z)
  • Mengenal suku kata sederhana (ba, ca, dan seterusnya)
  • Mengenal benda-benda di lingkungan sekitar

Pastikan si kecil sudah paham dan pakem banget dengan materinya, sebelum dilanjut ke materi selanjutnya yah bun.

Untuk setiap materi, pola belajarnya adalah perkenalan materi, dilanjut dengan latihan dan teka-teki.

a. Mengenal huruf vokal (a,i,u,e,o)

Kita mulai dari huruf vokal, yaitu a, i, u, e, o.

Huruf vokal

Yang perlu dipersiapkan sebelumnya adalah kertas kosong, pensil, dan gunting. Kalau bisa kertas nya kertas HVS yah bun, jangan kertas yang bergaris. Tujuannya supaya anak bisa lebih fokus ke tulisannya.

Untuk memulai, kita gunting kertas nya untuk membuat 5 buah kartu persegi. Setelah itu, kita tuliskan huruf vokal di masing-masing kartu.

“Lalu bagaimana cara saya mengajar anak saya kak?”

Untuk pengenalan awal, bunda harus mengeja huruf nya satu per satu. Tunjuk kartu huruf tersebut dengan pensil, lalu bacakan berulang hingga si kecil mulai merespon.

Jangan lupa untuk selalu memberikan hadiah setiap progres nya yah bun, seperti penjelasan di Langkah 2.

Jika si kecil sudah mulai bisa mengenal huruf tersebut, barulah kenalkan ke huruf selanjutnya.

Ulangi terus proses pengenalan ini ke semua huruf vokal yah bun. Setelah semua huruf sudah diperkenalkan, maka selanjutnya adalah fase latihan.

Untuk melatih a,i,u,e,o, bunda bisa gunakan kartu huruf tadi untuk bermain tebak-tebakan. Jangan lupa untuk membuat pengalaman belajarnya menyenangkan yah bun.

b. Mengenal alfabet (a sampai z)

Materi berikutnya adalah mengenal alfabet dari a sampai z.

Cara paling mudah untuk memperkenalkan abjad adalah melalui media seperti lagu. Bunda bisa mengajak si kecil bernyanyi bersama dengan lagu ini yah bun.

Video lagu ABC (Sumber: Youtube Channel Cilukpa)

Dengan lagu ini, harapannya si kecil dapat mengucapkan huruf-huruf tersebut sebelum nanti diperkenalkan dengan bentuknya.

Jika bunda mau, lagu alfabet ini bisa juga loh disetel di luar jam belajar si kecil. Dengan demikian, si kecil akan lebih cepat menghafal pelafalan huruf demi huruf.

Nah, barulah setelah si kecil diperkenalkan dengan abjad secara keseluruhan, bunda bisa perkenalkan bentuk tulisannya huruf per huruf. Jangan lupa untuk membuat kartu masing-masing huruf sebagai media belajarnya yah bun.

 Contoh kartu huruf

Cara mengajarkannya sama seperti mengajarkan huruf vokal. Yaitu dengan mengeja huruf pada kartu satu persatu, sampai si kecil bisa ikut melafalkan nya juga.

 Si kecil asik belajar (Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels)

Ingat kalau proses ini biasanya memakan waktu yang cukup lama yah bun, jadi bunda harus bersabar dan mengeja perlahan-lahan.

Setelah bunda merasa si kecil sudah cukup hafal dengan sebagian besar huruf, bunda bisa ajak si kecil untuk bermain tebak-tebakan huruf juga loh.

c. Mengenal suku kata sederhana (ba, ca, da, dan seterusnya)

Tahap yang selanjutnya adalah mengenalkan konsep suku kata kepada si kecil. Pastikan dulu kalau si kecil sudah benar-benar hafal dengan alfabet sebelum lanjut ke tahap ini yah bun.

Untuk tahap ini, bunda sebaiknya mempersiapkan papan tulis kecil sebagai media belajar. Harganya relatif murah kok bun, dan kami rasa cukup worth it karena sangat efektif untuk mendukung pendidikan si kecil.

Kalau bunda mau lihat-lihat harga papan tulis, bisa cek di sini:

Daftar barang tersebut ga di endorse yahh bun, kami cantumin supaya bunda lebih gampang aja cari barangnya ?.

Atau kalau bunda tidak mau menggunakan papan tulis, gapapa kok. Bunda bisa juga menggunakan aplikasi notebook di iPad ataupun perangkat mobile lainnya yah.

Ipad dan alat tulis (Foto oleh olia danilevich dari Pexels)

Untuk mengenalkan suku kata, caranya adalah dengan menuliskan penggalan-penggalan kata sederhana dan mengeja nya secara perlahan.

Misalnya kita mulai dengan kata “Baca”. Cara mengajarkannya yaitu dengan mengeja seperti ini:

“b-a ba, c-a ca, ba-ca”

Jangan lupa juga untuk menggunakan pensil untuk menunjuk huruf yang sedang dieja yah bun.

Setelah si kecil mulai pandai mengikuti ejaan tersebut, barulah kita latih anak untuk membaca sendiri. Lakukan hal ini secara berulang sampai si kecil lancar mengeja. Jika sudah lancar, barulah dilanjut ke kata selanjutnya.

Untuk memudahkan bunda mengajar anak, kami rangkum beberapa kata sederhana untuk berlatih yah bun. Silahkan diunduh ?

Unduh kompilasi latihan belajar baca di sini (Sumber: rumahpintarid.com)

d. Mengenal benda-benda di lingkungan sekitar

Anak dan lingkungannya (Foto oleh Gabby K dari Pexels)

Materi terakhir ini sebaiknya sambil disisipkan di setiap materi pembelajaran yang lain yah bun. Tujuannya supaya si kecil punya pemahaman kalau setiap kata itu bermakna.

Nahh sebaiknya bunda mengenalkan kata-kata benda yang sering dilihatnya di lingkungan. Contoh paling mudah adalah meja, kursi, bola, dan lain-lain.

Cara mengajarnya sebetulnya bermacam-macam bun, dan bunda bisa kreativitaskan cara belajarnya. Intinya adalah memperlihatkan benda asli, kemudian menyebutkan nama benda dan memperlihatkan bentuk tulisannya.

Jika bunda ingin mengikuti tips dari kami, bunda bisa lanjutkan membaca yah.

Yang harus dipersiapkan untuk latihan ini adalah sticky notes dan pensil.

Sticky note dan alat tulis (Foto oleh Frans Van Heerden dari Pexels)

Pada sticky note, tuliskan kata-kata benda yang ingin diajarkan. Kemudian, tempel sticky note tersebut ke benda yang dimaksud.

Setelah itu, bunda tinggal membacakan kata benda pada sticky note tsb dan menunjuk benda yang dimaksud. Dengan demikian, si kecil lama-lama bisa mengasosiasikan kata benda dengan benda yang dimaksud.

Supaya si kecil tidak bosan, latihan ini bisa juga dijadikan alat bermain loh bun. Caranya yaitu men-challange mereka untuk menempelkan sticky note sesuai dengan kata benda yang tertera.

Contohnya, jika pada sticky note tertulis kata “meja”, maka si kecil harus berusaha menempelkan sticky note itu ke meja.

Langkah 5 — Mengajarkan kebiasaan membaca

Selamat! Bunda akhirnya sampai ke langkah terakhir dalam mengajarkan anak membaca. We are so proud of you.

Kami yakin mengajarkan anak itu adalah tantangan yang sangat sulit. Namun dari kerja keras itu kami juga yakin hasil yang didapatkan juga akan setimpal.

Karena pada akhirnya, masa depan merekalah yang ujung-ujungnya akan membuat kita bahagia. Bukan begitu bun? 🙂

Okeey kita lanjut lagi yah bun..

Di langkah terakhir ini bunda bisa sedikit santai. Jika bunda sukses mengajarkan kebiasaan membaca kepada si kecil, maka nantinya si kecil dapat belajar secara mandiri.

Jadi ada 2 pertanyaan yang harus dijawab:

  1. Kenapa kebiasaan membaca itu penting?
  2. Bagaimana cara membiasakan anak membaca?

Mari kita jawab satu persatu.

Kenapa kebiasaan membaca itu penting?

Karena pada era ini, informasi sangat bernilai harganya. Dan salah satu cara paling efektif untuk menyerap informasi adalah dengan membaca.

Setiap hari, pasti kita semua membaca tulisan. Entah itu pesan WhatsApp, informasi dari artikel, surat cinta (eitss ini mah udah lewat yah bun ?), resep masak, dan masih buanyakk lagi.

Supaya anak bunda bisa terus belajar dan menyerap informasi, membaca adalah salah satu kebiasaan paling esensial untuk dimiliki.

Bagaimana cara membiasakan anak membaca?

Simpel. Cara paling ampuh untuk membuat si kecil rajin membaca adalah membuat membaca menyenangkan baginya.

Untuk permulaan, bunda harus membuat anak penasaran dengan membaca. Cara paling mudah yaitu memperlihatkan antusias bunda saat membaca buku. Hal ini akan membuat si kecil bertanya-tanya dan penasaran dengan aktivitas membaca yang bunda lakukan.

Oleh karena itu, kami menganjurkan bunda sebagai panutannya, untuk sering membaca. Entah itu membaca majalah, novel, buku pembelajaran, atau apapun. Kuncinya adalah membuat si kecil penasaran.

Nahh kalau si kecil sudah mulai penasaran, barulah bunda suguhi mereka dengan buku anak-anak.

Sebaiknya kebiasaan membaca ini diawali dengan membaca buku sungguhan dulu yah bunda, jangan langsung diperkenalkan dengan gadget (handphone, tablet, dan perangkat lainnya).

Kalau menurut kami, awal-awal bunda sebaiknya belikan beberapa buku anak dengan beragam topik. Setelah anak bunda menunjukan ketertarikannya untuk topik tertentu, barulah bunda bisa belikan buku dengan topik yang sesuai dengan kesukaannya.

“Lalu kalau sudah ada ketertarikan membaca, gimana caranya supaya anakku bisa rajin membaca?”

Untuk menjawab pertanyaan itu, bunda harus mempermudah proses pembiasaannya. Salah satu caranya yaitu dengan menyiapkan spot membaca khusus untuknya.

Pilih satu spot tertentu di rumah, dan jadikan tempat itu sebagai spot membaca. Susun buku-buku bacaannya di tempat tersebut dan jadikan lokasi tersebut senyaman mungkin.

Bunda bisa melapisi lantai dengan karpet halus dan mungkin meja kecil untuknya membaca.

Kalau bisa, bunda juga sering-sering yah kasih liat ke si kecil kalau bunda juga suka baca buku di spot itu.

Tujuannya sama seperti sebelumnya, supaya anak jadi excited untuk ikut-ikutan bunda. (Well, anak kecil sering disebut sebagai great imitator karena memang pandai niru emak nya ?)

Setiap bunda mau mengajak anak membaca, lakukanlah di spot itu. Lama kelamaan, anak bunda akan mengasosiasikan tempat tersebut sebagai tempat untuk membaca buku.

Jika dilakukan setiap hari, maka dijamin anak bunda bakal terbiasa dan mulai terbiasa membaca deh.

Kesimpulan

Perjalanan belajar si kecil memang sangat sangat panjang. Namun, sudah tugas kita sebagai orang tua untuk mengarahkan pembelajarannya dan membantu mereka membangun kebiasaan-kebiasaan baik.

Orang tua sebagai guru pertama mereka, punya tanggung jawab yang sangat besar untuk memastikan keberhasilan mereka. Selain kita harus memiliki mindset mengajar yang benar, kita juga harus sabar menuntun mereka dalam setiap proses belajarnya.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat yah bunda. Walaupun artikel nya sangat panjang, kami harap informasi di sini bisa membantu anak-anak bunda mendapatkan pembelajaran yang mereka memang layak dapatkan.

Kami tutup dengan kutipan singkat,

Children are great imitators. So give them something great to imitate”.

Salam hangat dari kami ❤️,

Laminar Education